STYLE OPTIONS

10 Predefined Color Schemes

CHOOSE YOUR COLOR SKIN


CHOOSE YOUR LAYOUT STYLE

Patterns for Boxed Version

Images for Boxed Version


×

Memaknai Kebersamaan Melalui “Penampahan Galungan”

berita 209 kali 18 Sep 2020 10:09:08


DALUNG (15/09/2020) - Hari Suci Penampahan Galungan jatuh bertepatan pada hari Selasa (Anggara), Wage Wuku Dungulan. Menurut Lontar “Sastra Sundharigama” pada hari penampahan ini segenap umat Hindu melaksanakan Penyomyaan atau menetralisir kekuatan Sang Kala Tiga supaya kembali ke sumbernya menjadi Kala Hita, dari Bhuta Hita ke Dewa Hita yaitu unsur-unsur negative ke unsur-unsur positif melalui pelaksanaan upacara tebasan penampahan.


Kata penampahan berasal dari kata “nampah atau nampeh” kemudian menjadi “nampa” yang berarti mempersembahan. Dari kata nampa menjadi namya yang artinya sembah. Dengan demikian penampahan ini dimaksudkan adalah mengembalikan ke sumbernya atau di somya (kamus Kawi-Bali). Tetapi ada pula yang mengartikan kata “nampah” itu sembelih karena pada hari ini umat Hindu Bali banyak menyembelih babi atau symbol dari kemalasan untuk dipakai sesaji lawar dan sate untuk dipersembahkan kepada sang kala tiga amangkurat. Pada hari penampahan inilah merupakan hari turunnya dari Sang Kala Tiga yang paling sangat keras dan sangat ganas yang berupa Sang Kala Tiga Amangkurat, yang dapat menggoda manusia apabila kita kurang mauawaspada, sehingga dapat menimbulkan pertengkaran, kesedihan dan kekacauan yang bertentangan dengan dharma.


Berangakat dari penampahan Galungan, kemudian muncul tradisi dimasyarakat yang namanya tradisi mepatung. Terkait mepatung atau biasa diartikan untuk berbagi. Ada pula alasan secara ekonomi, karena untuk membeli hewan babi sendiri tentu membutuhkan uang sangat besar. Lagipula alasan lainnya tergantung dengan kebutuhan akan daging babi atau penggunaan, karena kebutuhan sedikit maka utnuk satu ekor babi bisa membeli bersama-sama atau gotong royong.


Dari penjelasan mengenai penampahan Galungan tersebut, seperti halnya yang dilakukan oleh Forum Kelian Dinas Desa Dalung, dalam menyambut hari raya Galungan dan membangkitkan suasana kebersamaan maupun kekeluargaan diantara kelian dinas maupun perangkat Desa Dalung melakukan kegiatan “Nampah” yang dilangsungkan di kediaman kelian dinas Banjar Pegending I Ketut Susila.


Saat ditemui di sela-sela kegiatan I Ketut Susila yang juga merupakan ketua Forum Kelian Dinas Desa Dalung menuturkan kegiatan penampahan Galungan merupakan tradisi yang sudah lama bahkan jaman dulu sangat tradisional, yang kita pertahankan nilai kebersamaannya seperti dilingkungan Kelian Dinas di Desa Dalung yang sudah berlangsung selama kurang lebih 10 tahun lamanya dan ini dari iuran suka duka kelian dinas. Hal ini juga kami tularkan kepada anak-anak muda sekarang dari Penampahan ini muncul semangat gotong royong, kekeluargaan, saling berbagi, dll. “Harapan tiang ditengah pandemi saat ini yang kita ketahui bersama, tetap menerapkan protokol kesehatan mulai dari masker, cuci tangan, disisi lain juga meningkatkan kebersamaan, agar persaudaraan menyama braya dilingkungan kelian dinas se-Desa Dalung terjalin, tidak terputus. Begitu juga dalam menyambut Hari Raya Galungan ini mari kita maknai dan jadikan renungan untuk saling menjaga lingkungan, tetap kita ingat dengan yang namanya Tri Hita Karana,”. Imbuhnya. (KIMDLG-002).

Share | | | |

Tags: Dalung Kabupaten Badung

Comment Form is loading comments...
READ NEWS
Tgl : 16 Oct 2021 | Jam : 10:10:35
Ida Ratu Niang Sakti, Pemurah ...

Iphon 5

Penawaran Rp.2,000,000.00
  • Dikunjungi oleh : 779857 Org
  • IP address : 3.83.187.254
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Tanggal Login: 16-10-2021
Sekilas Tentang Dalung ( 5000k liked)

Type your best E-mail Address