STYLE OPTIONS

10 Predefined Color Schemes

CHOOSE YOUR COLOR SKIN


CHOOSE YOUR LAYOUT STYLE

Patterns for Boxed Version

Images for Boxed Version


×

Pecalang Desa Adat Padangluwih, Bermentalitas Positif dan Kharismatis

berita 638 kali 05 Aug 2019 12:08:05


DALUNG (29/07/2019) - Ketua Pecalang Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung, I Made Suarmaja (42), sempat diwawancarai di sela-sela kesibukannya pada hari Minggu (28/7) di Pura Desa lan Puseh desa adat setempat. Pria yang berasal dari Banjar Tegal Jaya ini memaparkan bahwa desa adatnya memiliki 12 personil Pecalang, yang direkrut dari 6 banjar adat masing-masing 2 orang. Mereka memiliki tugas untuk mengamankan dan menertibkan desa, baik dalam keseharian maupun dalam hubungannya dengan penyelenggaraan upacara adat atau keagamaan. Secara umum tugas Pecalang dikatakan tidak beda dengan polisi biasa seperti, mengatur lalu lintas dan mengamankan prosesi upacara agama, mengawal prosesi ngaben sampai ke kuburan, mengawal prosesi melasti, termasuk juga mengamankan pawai ogoh-ogoh setiap upacara Ngrupuk serta Hari Raya Nyepi. Dan setiap melaksanakan tugas, selalu berkoordinasi dengan pihak Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Dalung.

Ketua pecalang kelahiran tahun 1977 ini juga menyinggung tentang imbalan, bahwa menjadi pecalang adalah murni tugas sosial karena tidak mendapat gajih apalagi fasilitas seperti asuransi kesehatan. Dan mereka dipilih oleh warga untuk menjaga kesakralan ritual agama dan sebagainya, sehingga mereka yang ditunjuk menjadi Pecalang, merasa segan untuk menolaknya. “Kami tidak dapat gajih, tetapi dapat imbalan uang jalan dari pihak desa adat kalau ada tugas keluar desa seperti, ke kabupaten atau ke kantor camat. Itu pun harus menunjukan surat tugas. Walaupun kami tidak dapat gajih tetapi kami sudah dapat satu mobil operasional dari Kabupaten Badung” imbuhnya.

Berdasarkan pengamatan awak media KIM Dalung di lapangan, pakaian Pecalang Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung, tampak sangat sederhana dan tidak memberi kesan menyeramkan. Tidak seperti pecalang pada umumnya, menggunakan destar lengkap dengan bunga pucuk arjuna (bunga kembang sepatu berwarna merah menyala), kain berwarna hitam, kampuh poleng. Setiap Pecalang biasanya maseselet (menyelipkan) keris di bagian pinggang. Ada juga Pecalang yang tidak memakai baju, sehingga penampilan Pecalang sekaligus sebagai ajang pamer kekekaran tubuhnya. Ada juga Pecalang yang mempergunakan baju perang tanpa lengan seperti rompi dengan tulisan PECALANG. Pakaian yang seperti itu sungguh terkesan menyeramkan.

Namun Pecalang yang bernaung di bawah Desa Adat Padangluwih, tidak identik dengan wajah yang menyeramkan. Dari segi pakaian yang dikenakannya sangat sederhana, baju lengan panjang berwarna putih, pakai destar, kampuh poleng, kamben warna gelap dan tidak menyelipkan keris pada pinggangnya. Kalau tugas pada malam hari, dilengkapi dengan lampu senter yang dinyalakan sebagai tanda pengaturan lalu lintas di jalan raya. Perangkat komunikasi HT (Handy Talkie) selalu dibawa untuk mempermudah koordinasi jarak jauh. Dengan pakaian yang tidak menyeramkan ini, akan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Made Suarmaja pun menjelaskan bahwa Pecalang Desa Adat Padang Luwih juga dapat rompi dan keris untuk diselipkan dipinggang pada waktu tugas. “Kami memakai pakaian Pecalang lengkap dengan seselet keris pada saat pengamanan hari raya Nyepi. Jadi pemakaiannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi” katanya.

Lebih lanjut Made Suarmaja yang biasa disapa De Maja, menuturkan bahwa penunjukan Pecalang juga tidak sembarangan. Tidak asal berbadan kekar, langsung ditunjuk sebagai pecalang, padahal yang bersangkutan orangnya arogan, senang judi, mabuk-mabukan, senang berkelahi. De Jaya mengatakan secara tegas bahwa Pecalang mutlak memiliki mentalitas positif, karismatik, termasuk memiliki wawasan yang memadai.
Untuk menghindari adanya oknum pecalang yang merefleksikan dirinya sok jagoan, sok berani, maka penunjukannya di Desa Adat Padang Luwih berdasarkan seleksi. Seleksi yang dimaksud tidak secara formal tapi cukup dengan seleksi informal. Kelihan Adat cukup memperhatikan warga yang memiliki figur pecalang yang bermental positif, berkarisma, paham terhadap tugasnya dan mampu melayani masyarakat, sehingga pecalang dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat luas dan secara tidak langsung Pecalang akan disegani. (KIMDLG-023)

Share | | | |

Tags: Dalung Kabupaten Badung

Comment Form is loading comments...
READ NEWS
Tgl : 06 May 2021 | Jam : 22:05:07
Ida Ratu Niang Sakti, Pemurah ...

korden

Penawaran Rp.1,200,000.00
  • Dikunjungi oleh : 607756 Org
  • IP address : 3.238.130.97
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Tanggal Login: 06-05-2021
Sekilas Tentang Dalung ( 5000k liked)

Type your best E-mail Address