STYLE OPTIONS

10 Predefined Color Schemes

CHOOSE YOUR COLOR SKIN


CHOOSE YOUR LAYOUT STYLE

Patterns for Boxed Version

Images for Boxed Version


×

Tradisi Ngayah, Sebagai Wujud Persembahan Suci

berita 1490 kali 05 Aug 2019 12:08:45


DALUNG (02/08/2019) – Rangkaian Karya Agung di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Padang Luwih, Desa Dalung, membutuhkan waktu dua bulanan. Seluruh rangkaian Karya Agung mendapatkan dukungan umat sedharma secara ikhlas tanpa pamerih. Pada Upacara Penyineban Karya yang dilaksanakan hari Kamis (1/8), beberapa pengayah dapat diwawancarai.

Ibu Ni Luh Sunia (70), salah seorang pengayah kidung dari Banjar Tegal Jaya, memaparkan bahwa kebetulan dirinya senang mekidung, maka ibu yang sudah berstatus nenek ini bergabung dalam Sekaa Kidung. Sekaa Kidung dari Banjar Tegal Jaya dengan suara kidung yang mengalun membuat situasai prosesi upacara ritual bertambah damai.

Begitu juga Nenek Putu Riska (66), dari Banjar Tegal Jaya, ngayah dibidang Srati. Nenek bercucu 4 dan 1 kumpi ini memaparkan dengan bahasa balinya, bahwa ada 6 Srati dibantu oleh 12 pembantu srati. Mereka ngayah secara ikhlas tanpa pamerih. Bapak Nyoman Alit Sudibia (71) dari Banjar Celuk, hampir setiap hari ada di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Padang Luwih. Bapak kelahiran 1948 ini, adalah salah satu anggota kelompok Penyarikan. Menurut keterangannya, bahwa kelompok Penyarikan terdiri dari 50 orang lanang –istri yang diketuai oleh Putu Sumerta. Tugas-tugas yang dipangku oleh kelompok Penyarikan dalam kegiatan Karya Agung diantaranya: sebagai Penyade (pembantu Jero Mangku), juru punut Pretima atau peralatan pura yang disakralkan, menyuarakan gendongan pura, mendem banten Bagia Pula Kerthi, termasuk juga mareresik (bersih-bersih). Bapak pensiunan ASN Polda Bali ini juga menjelaskan, bahwa anggota Kelompok Penyarikan ditunjuk secara turun-temurun. Itu pun bukan paksaan tetapi berdasarkan keikhlasan dengan hati yang suci.

Made Rai Santika (54) dari Banjar Pendem, menambahkan bahwa yang tergabung dalam Penyarikan semuanya sudah diwinten (disucikan dengan upacara ritual agama Hindu) karena punya tugas berkaitan dengan upacara agama Hindu. Kelompok Penyarikan semuanya dari Banjar Celuk dan Pendem. “Hal itu mungkin pertimbangannya karena banjar tersebut dekat dengan Pura” Ungkapnya polos.

Berkaitan dengan Ngayah, apapun jenis pekerjaan atau tugas yang dilaksanakan dengan hati yang tulus iklas tanpa pamerih, yang dilaksanakan di pura, baik secara berkelompok maupun perorangan, identik disebut ngayah. Ngayah merupakan tradisi unik di Bali yang diwariskan turun-temurun dan masih berlanjut hingga dewasa ini. Ngayah dalam kegiatan agama, merupakan hubungan “vertikal ke Tuhan” sebagai wujud persembahan suci tanpa pamerih. Ngayah bukanlah hal yang aneh bagi umat Hindu umumnya, atau masyarakat Hindu di Bali khususnya dalam berbagai kegiatan keagamaan.

Kesimpulannya, tradisi ngayah ini merupakan hal yang luar biasa, tradisi yang tidak boleh hilang dalam kehidupan bermasyarakat di Bali. Karena dapat memumpuk rasa persaudaraan dan membangun kebersamaan melalui kegiatan yang dilakukan dengan tanpa ada mengharapkan imbalan. (KIMDLG-023).

Share | | | |

Tags: Dalung Kabupaten Badung

Comment Form is loading comments...
READ NEWS
Tgl : 16 Oct 2021 | Jam : 08:10:47
Ida Ratu Niang Sakti, Pemurah ...

suma

Penawaran Rp.1,000.00
  • Dikunjungi oleh : 779722 Org
  • IP address : 3.83.187.254
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Tanggal Login: 16-10-2021
Sekilas Tentang Dalung ( 5000k liked)

Type your best E-mail Address