STYLE OPTIONS

10 Predefined Color Schemes

CHOOSE YOUR COLOR SKIN


CHOOSE YOUR LAYOUT STYLE

Patterns for Boxed Version

Images for Boxed Version


×

Ida Ratu Niang Sakti, Pemurah dan Pelindung Umatnya

berita 3219 kali 01 Sep 2019 07:09:46


DALUNG (19/08/2019) - Sebuah pelinggih sederhana, namun terkesan angker dan sakral, berada di Banjar Campuan Asri Kauh, Perumahan Dalung Permai, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Tepatnya di Blok L, belakang SDN 6 Dalung.
Pelinggih tersebut diyakini warga setempat khususnya yang beragama Hindu, sebagai pengayengan Ida Ratu Niang Sakti dan Ida Ratu Gede Nusa.

Ida Ratu Niang Sakti, Beliau adalah Dewi Pengasih, Beliau selalu ada dan sayang untuk umatNya. Sedangkan Ida Ratu Gede Nusa, keistimewaan Beliau cenderung pada penyembuhan penyakit, baik medis maupun non medis. Bagi para penekun spiritual dan kebatinan, akan merasakan getaran-getaran spiritual yang berkekuatan positif di kawasan suci pelinggih tersebut” ucap seorang warga yang tidak mau ditulis namanya karena malu dibilang sakti, pada hari Minggu (18/8). Warga yang tidak mau menonjolkan diri ini juga memohon kepada siapa pun, agar tidak berbuat yang tidak senonoh di kawasan suci pelinggih tersebut karena imbalannya adalah musibah.

Setelah diadakan wawancara pada hari yang sama dengan Pengelingsir/Penasehat Banjar Tempekan Campuan Asri Kauh, I Wayan Ardita, didampingi Penyade, Gusti Agung Yudiana, menjelaskan bahwa asal mulanya, di sekitar pelinggih itu terdapat pohon pule yang dikenal angker. Seingat mereka, pada waktu pembangunan perumahan di tempat itu, banyak tenaga proyek kena musibah sakit karena mereka sering berbuat tidak baik seperti buang kotoran, jemur pakaian sembarangan dan perbuatan lainnya yang kurang etis di dekat pohon pule tersebut. Kejadian aneh lainnya, mereka para tenaga proyek sering didatangi mahkluk besar dan menyeramkan. Makhluk tersebut mengingatkan agar tidak berbuat yang kotor-kotor di sekitar pohon pule itu.

Ada juga pengalaman warga yang mengalami sakit. Setelah nunas bawos (metenung ke orang pintar), dapat pawisik (petunjuk secara gaib), bahwa di kawasan itu harus dibuatkan pelinggih semampunya untuk pengayengan Ida Ratu Niang Sakti dan Ida Ratu Gede Nusa. Setelah orang itu membuat pelinggih di tempat itu berupa pelinggih dari turus lumbung, secara mujijat orang itu berangsur-angsur sembuh. Banyak juga warga yang bermimpi bahwa di pelinggih itu bersemayam perempuan uzur yang berpakaian putih. Cerita pengalaman dari mulut-kemulut ini, menggugah warga bersepakat untuk membangun pelinggih yang lebih permanen dengan 3 pelinggih yaitu: satu pelinggih Padma Sari untuk pengayengan Ida Ratu Niang Sakti dan Ida Ratu Gede Nusa. Di depan pelinggih tersebut ada pelinggih Anglurah.

Di pinggiran sungai tidak jauh dari pelinggih utama, terdapat pelinggih Beji. Juga dilengkapi bangunan Pesandekan sekalian berfungsi sebagai tempat penyimpenan peralatan pura. Dana yang dipakai membangun pelinggih semuanya bersumber dari dana swadaya murni dari warga Campuan Asri Kauh. Diakuinya, pada saat-saat piodalan banyak warga Non-Hindu ikut berpartisipasi ngayah. Lanjut I Wayan Ardika yang ditokohkan oleh masyarakat setempat, mengakui dengan adanya Pelinggih Pengayengan Ida Ratu Niang Sakti dan Ida Ratu Gede Nusa, warganya merasa terlindungi oleh kekuatan niskala, warganya selama ini rukun-rukun dan apa yang menjadi kebutuhan warga, terpenuhi. Secara nyata, Pelinggih ini juga sebagai sarana komunikasi. Setiap piodalan atau kegiatan lainnya di pura ini, warga bisa ketemu dan saling mengenal.

Jero Mangku Gede, I Wayan Sulantra, memaparkan bahwa ditunjuknya sebagai Jero Mangku Gede berdasarkan Nyanjan dengan prosesi ritual secara agama Hindu. Jero Mangku Gede ini dibantu oleh tiga Penyade yaitu: Gusti Agung Yudiana, Wayan Suparta, Ida Bagus Suarnika. Keempat orang tersebut sudah diwinten (diupacarai secara agama Hindu untuk menjadi Pemangku).
Jero Mangku Gede menambahkan bahwa setiap purnama, tilem dan hari-hari suci lainnya, banyak pemedek tangkil sembahyang. Piodalan atau puja walinya setiap 210 hari pada hari Buda Cemeng Merakih. Jero Mangku Gede ini juga menyampaikan, bagi para pamedek yang ingin tangkil, jangan lupa membawa canang atau soda sebagai wujud bhakti. Jika tidak sempat, bawa canangsari pun tak apa, yang penting keikhlasan kita maturan sembah pada-Nya.

Menurut Kelian Banjar Dinas Campuan Asri Kauh, Drs. I Gusti Lanang Ardika, yang dikonfirmasi lewat telepun pada hari Senin (19/8), tak menampik tentang keyakinan warganya. “Ini masalah keyakinan warga kami terhadap keberadaan Beliau dan sering terasa nyata, ketika warga mengalami kesulitan apapun itu, misalnya masalah usaha, kerja, sekolah dll, setelah mereka mengadu ke Beliau melalui sembahyang, kesulitan itu bisa diatasi, dan menurut cerita yang tembus spiritualnya mengakui Beliau sangat murah hati, dan sangat melindungi baktanya, sehingga semakin banyak yang datang sembahyang ke linggih Ida. Kami merasa bahwa Beliau melindungi warga kami di Campuan Asri Kauh”. (KIMDLG-023)

Share | | | |

Tags: Dalung Kabupaten Badung

Comment Form is loading comments...
READ NEWS
Tgl : 01 Oct 2020 | Jam : 12:10:49
Ida Ratu Niang Sakti, Pemurah ...

laptop acer

Penawaran Rp.40,000,000.00
  • Dikunjungi oleh : 416390 Org
  • IP address : 18.208.202.194
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Tanggal Login: 01-10-2020
Sekilas Tentang Dalung ( 5000k liked)

Type your best E-mail Address