STYLE OPTIONS

10 Predefined Color Schemes

CHOOSE YOUR COLOR SKIN


CHOOSE YOUR LAYOUT STYLE

Patterns for Boxed Version

Images for Boxed Version


×

Kebijakan dan Strategi Penurunan Stunting Melalui Program Bangga Kencana

berita 10 kali 06 May 2021 02:05:42


DALUNG (29/04/2021) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebutkan bahwa 1.000 hari pertama sejak awal kehamilan adalah masa-masa krusial untuk mencegah terjadinya stunting.

Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dengan manifestasi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Kekurangan gizi pada masa janin dan usia dini akan berdampak pada perkembangan otak, rendahnya kemampuan kognitif yang akan mempengaruhi prestasi sekolah dan keberhasilan pendidikan. Dalam jangka panjang, kekurangan gizi pada awal kehidupan akan menurunkan produktivitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat. Dilatarbelakangi oleh dampak yang ditimbulkan maka BKKBN Provinsi Bali megadakan sosiaslisasi tentang kebijakan dan strategi penurunan stunting melalui program bangga kencana. Program ini merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Perubahan strategi penggarapan program ini difokuskan pada pembangunan keluarga tidak lagi masalah kependudukan dan Keluarga Berencana (KB).

Hadir dalam kegiatan ini narasumber dalam kegiatan ini Made Billy Udiana, S.E selaku sub koordinator BKR ( Bina Keluarga Remaja) dan Afni Dwi Syafitri, S.I.P Analis Balita dan Anak, Kepala UPT P2KBP3A Kecamatan Kuta Utara I Nyoman Subratha, Ka.Si Ketahanan Remaja Kabupaten Badung A.A S Mirah Indukirana, Ketua TP PKK Desa Dalung Ni Nyoman Suartini, Ka.Si Pelayanan Desa Dalung Ni Luh Suastiari, S.H, serta perwakilan PKK dari setiap banjar di Desa Dalung
Made Billy Udiana, S.E selaku sub koordinator BKR (Bina Keluarga Remaja) dalam sosialisasinya menyampaikan bahwa stunting paling mudah diketahui dari keterlambatan tumbuh kembang anak seperti memiliki tinggi atau berat badan yang kurang pada anak seusianya. “Kegagalan tumbuh kembang anak paling mudah dilihat dari tinggi dan berat badan yang kurang,". Ungkapnya.


Dirinya juga menuturkan bahwa stunting dapat mempengaruhi kemampuan otak anak. “Stunting itu selain mempengaruhi tinggi dan berat badan, namun juga dapat mempengaruhi perkembangan otak, sehingga itu akan berdampak bila nanti anaknya sekolah dia akan menjadi kurang ceria, kurang produktif,dan kurang energik,". Tuturnya.

Pada akhir sosialisasi dirinya mengatakan bahwa tingginya angka stunting di sebabkan oleh usia pernikahan yang terlalu muda atau prilaku seksualitas yang dilakukan pada usia muda. “hal ini terjadi karena fungsi – fungsi reproduksi itu belum maksimal, jadi untuk mengatasinya diharapkan usia pernikahan itu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki – laki.”, Tutupnya. (KIMDLG-007).

Share | | | |

Tags: Dalung Kabupaten Badung

Comment Form is loading comments...
READ NEWS
Tgl : 13 Jun 2021 | Jam : 22:06:52
Ida Ratu Niang Sakti, Pemurah ...

Iphon 5

Penawaran Rp.2,000,000.00
  • Dikunjungi oleh : 642049 Org
  • IP address : 3.236.117.38
  • OS : Unknown Platform
  • Browser :
Tanggal Login: 14-06-2021
Sekilas Tentang Dalung ( 5000k liked)

Type your best E-mail Address